Hereditas Menurut Gregor Mendel
Hereditas Menurut Gregor Mendel - Bila kita mengamati alam sekitar, akan dapat kita lihat adanya persamaan - persamaan maupun perbedaan - perbedaan dalam makhluk hidup, antara orang tua dan anak - anaknya atau antara induk dengan keturunanya.
Manusia yang termasuk dalam satu species Homo sapiens di seluruh dunia sekarang ini mempunyai persamaan ciri - ciri. Namun pada umumnya dapat juga kita membedakan adanya berbagai bangsa di dunia.
Orang - orang Indonesia yang termasuk dalam satu bangsa pun, mempunyai persamaan dan perbedaan, begitu pula kakak - beradik seibu - sebapak.
Persamaan dan perbedaan itu tidak hanya terdapat sifat - sifat lahir yang nampak seperti raut muka, bentuk hidung, bentuk bibir dan sosok tubuh, tetapi juga pada sifat - sifat yang tak nampak, misalnya bakat seni, kecerdasan, suara, kecenderungan fa'al dan lain sebagainya.
Pada hewan dapat kita amati adanya persamaan atau perbedaan bulu, besar tubuh, sifat petelur atau buka, tahan terhadap penyakit atau tidak. Pada tumbuhan dapat kita amati adanya persamaan atau perbedaan kelebatan buah, warna bunga, rasa manis atau masam, kecepatan berbunga dan sebagainya.
Tentang adanya sifat - sifat menurun yang dapat diwariskan oleh induk kepada keturunanya ini telah lama diketahui oleh nenek moyang kita dan pengetahuan ini diterapkan dalam kehidupan sehari - hari. Petani - petani kita memilih bibit padi yang bernas bulirnya, panjang malainya dan masak paling dulu dari tiap - tiap petak sawah.
Peternak ayam mencari induk ayam Kedu, Bantam atau jago Bangkok. Semuanya dimaksudkan agar dalam bertanam padi dan beternak beriktunya ia memperoleh hasil seperti bibit - bibit yang dipilihnya. Ilmu tentang sifat - sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah, disebut genetika. Ilmu ini tergolong masih muda dan kini tengah berkembang.
Orang yang dapat dianggap sebagai peletak prinsip - prinsip hereditas adalah Gregor Mendel, seorang rahib sebuah biara di Brun, Moravia. Prinsip ini dibuat oleh Mendel berdasar hasil eksperimenya yang kemudian telah banyak diulang dan diuji oleh ahli - ahli lain.
Kini kita mengenal hukum - hukum dalam hereditas yang diberi nama menurut penemu aslinya, adalah hukum Mendel.
Genetika kini merupakan satu cabang biologi yang makin berkembang dan makin banyak digunakan dalam bidang pertanian, peternakan maupun biologi manusia.
Semoga bermanfaat.